Monday, May 17, 2010

But I won't lie, I found a love, I had to rediscover

May 17, 2009; we were in Phuket celebrating love, life and your birthday.

Happy birthday, I wish for you (and I), nothing but happiness.
Sent via BlackBerry® from Maxis

Friday, May 7, 2010

Love's on its way, hope it won't be too late

I think I *AM* one selfish, self-centered and self-absorbed bitch. Not gonna deny that.

Sorry, baby.. Sigh..
Sent via BlackBerry® from Maxis

Monday, April 26, 2010

Bekas kekasih hati, RP kini sudah berteman baru. Ironinya percintaan 3 tahun kami, tak sampai 3 bulan berpisah, dia aku; got over each other and both of us are with someone now. Lebih ironi, kekasih baru si RP adalah adik kepada a mutual friend, who fixed us up 3 years ago.

Okay, I digress. Entri hari ini hanya untuk let this off my chest. Si kekasih baru ini requested to follow me on Twitter. So selamba eh that little bitch.

Sent via BlackBerry® from Maxis

Sunday, April 25, 2010

Banyak yang jadi selepas entri terakhir. Untuk disimpulkan dalam satu perkataan mungkin mustahil. Tapi dalam bullet-points:

- Aku dan RP tinggal sejarah
- Si Mat Hindustan kini dalam lembaran hidupku yang baru
- Aku rasa aku lebih bahagia sekarang. (Could be better, tapi biasa la manusia tak pernah puas)

Cuma nak ucapkan terima kasih, Tuhan.

Sent via BlackBerry® from Maxis

Friday, November 27, 2009

I said: What's this? I'll lose my mind if you don't tell me. It said: Then lose your mind, and stay that way. Say nothing.

Retaliasi tiga langkah ke depan, ektremis.
Rasional jadi kelam, diri jadi gullible.

Aku serah hati yang retak seribu pada kau,
harap kau dapat lekatkan semula agar dia jadi kuat.

Thursday, October 22, 2009

Kau buat ku kata, "Kuch kuch hota hai.." :P

Milky Choc, Mat Hindi si muse baru di tempat kerja.
Coklat panas + kata-kata manis + bijak + kelakar + seksi.
Hai, kenapa pandai sangat curi hati(ku)? :)

Sekarang dia di Espana untuk 3 minggu. Hai..., kenapa lama sangat? :(

Friday, September 25, 2009

Deja Vu

Episod cerekarama Raya tahun ini, Syawal 1430H. Kisah rumahtangga berantakan akibat si isteri yang give-up dengan chauvinism sang suami; lalu nekad tinggalkan anak-anak dan segalanya. Bertambah rumit, datang pula orang ketiga tempat si isteri mengadu-domba. Anak-anak bingung; ditelan mati emak diluah pula mati bapa.

Sekejap, kisah ini macam deja vu. Bukankah dah ditayangkan tahun lepas?

Sigh.. Tell me why I should be happy about Raya again?